Aceh Research Institute

Kota Banda Aceh Smart City, Ala Gemilang

Kota Banda Aceh Smart City, Ala Gemilang

Oleh : Muhammad Syarif SHI MH*

Kota yang maju senantiasa berevolusi dan bertransformasi menuju optimalisasi pelayanan publik.

Pemerintahan Banda Aceh terutama menyangkut aspek tata kelola pemerintahan daerah telah teruji dilevel nasional. Berbagai prestasi diraih dalam berbagai bidang meliputi: Tatakelola Pemerintahan, Keuangan Daerah, Pendidikan, Transportasi, Tata Ruang, Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Kesehatan.

Pondasi menuju Banda Aceh menjadi Smart City sejak tahun 2010 telah diletakkan pondasi dengan menggadeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Langkah awal menyususn Master Plan Information and Communication Technology (ITC).

Dokumen Master Plan ITC (baca e-Govermnent), sejatinya sebagai Panduan dalam pengembangan ITC dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, mengingat sejak Tahun 2015 Banda Aceh sudah mendeklarasikan sebagai Smart City. Berdasarkan Kajian @America tiga Kota di Indonesia dijadikan Model Smart City, yaitu: Banda Aceh, Bandung dan Bayuwangi.
Tidak dapat dipungkiri, kini Banda Aceh sudah Banyak meraih prestasi dibidang tata kelola pemerintahan berkat penerapan e-Goverment dalam menunjang produktifitas kinerja SKPK dan optimalisasi pelayanan publik bagi masyarakat. Berbagai terobosan kongkrit dilakukan oleh Walikota Banda Aceh guna mewujudkan Smart City.

Setidaknya ada 97 AplikasiPublik sudah berjalan di Kota Banda Aceh guna menunjang kinerja pemerintahan di Kabinet “Banda Aceh Gemilang”.

Di bawah kepemimpinan Bapak Aminullah Usman-Zainal Arifin dengan Visi Banda Aceh Gemilang dalam bingkai syariah.

Smart City Ala Gemilang menjadi terobosan baru dengan membangun Aplikasi berbasis Android yaitu Suwarga, sebuah Aplikasi yang memberikan akses bagi warga Kota Banda Aceh untuk melapor berbagai problem yang dihadapi, yang nantinya ditindak lanjuti oleh jajaran Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) Banda Aceh serta Aplikasi MIABANG, yaitu Aplikasi Akuntabilitas Keuangan Kota yang memuat secara terang benderang postur anggaran Kota Banda Aceh meliputi; informasi anggaran, realisasi anggaran dan penyusunan anggaran dengan jargon menyajikan informasi anggaran Banda Aceh Gemilang dalam genggaman, kapanpun dan dimanapun anda berada dengan syarat qouta internet handphone nya terisi.

Dasar ini pula Pemerintah Aceh dinobatkan sebagai Kota “Smart City”, berdasarkan hasil assesment Derektorat Jendral Aplikasi Informatika sesuai dengan Surat Nomor B.116/DJAI/AI.01.05/02/2019 tanggal 28 Februari 2019.

Dari 165 Kab/Kota di Indonesia yang ikut dalam lomba ‘Gerakan 100 Smart City 2019, hanya 25 Kab/Kota se-Indonesia yang dijadikan percontohan Nasional, tentu dengan berbagai pertimbangan teknis serta seleksi yang panjang.

Gerakan 100 Smart City Indonesia 2019 yang digagas Pemerintah Pusat dibawah Presiden Jokowi memperkuat posisi Banda Aceh dilevel nasional. Sekaligus membuktikan Ikhtiar

Bapak Aminullah Usman membenahi Pelayanan Publik semakin mendapat penilaian positif pemerintah pusat.
Jika Kota Bandung dan Jakarta mengadeng beberapa perusahaan ternama sebut saja Huawei dan Erricsson dalam pengembangan Smart City.

Banda Aceh ternyata memaksimalkan peran aparatur dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Maka wajar jika Bandung dengan konsep Command Center menjadi andalannya.

Apalagi sang Walikotanya kala itu Kang Emil merupakan Ahli Arsitek sangat lihai dalam memainkan seninya dalam menata Kota Bandung. Kalau di Bandung ada Ridwan Kamil, di Banda Aceh ada Aminullah Usman, mantan Banking Aceh.
Bandung dalam aspek e-Goverment akan membangun “Silicon Valley” dengan bahasa sederhana Technopolisnya Bandung. Lalu Banda Aceh dengan Konsep “Cyber Islami”.

Apapun jargon yang dipakai, yang paling penting adalah membangun karakter building Aparatur, jauh lebih penting karena merekalah sebagai pengendali utama e-Goverment.

Smart City atau Kota cerdas dalam banyak hal termasuk didalamnya kecerdasan emosional dan religius menjadi penting. Jika tidak maka konsep Smart City menjadi bumerang bagi generasi yang akan datang.

Disinilah dunia pendidikan memainkan peran utamanya dalam rangka mengharmonisasi konsep Smart City yang sudah mengglobal di tataran siklus kehidupan abad modern ini.

Di samping itu pula saat ini Pemko Banda Aceh sedang melakukan revisi master plan ITC guna menyesuaikan dengan kondisi kekinian serta mengembangkan berbagai Aplikasi Publik yang memudahkan dalam menjalankan aktifitas Birokrasi.

Krue semangat Smart City Ala Gemilang membuktikan bahwa tradisi kepemimpinan berjalan seirama dengan perkembangan zaman. Saatnya bermimpi dari Banda Aceh menuju Indonesia. Wallahu `alam bisshawab.

 

*Penulis adalah Direktur Aceh Research Institute (ARI) dan Dosen Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry.


0 Komentar
Tuliskan Komentar Anda
Inputan yang bertanda * harus diisi.