Aceh Research Institute

HTN UIN Ar-Raniry Menuju Kampus yang Profesional

HTN UIN Ar-Raniry Menuju Kampus yang Profesional

Oleh: Indah Putri Sanura*

Pada Tahun 2014 IAIN Ar-Raniry merubah status menjadi Universitan Islam Negeri Ar-Raniry.  Momentum tersebut kampus jantong hate rakyat Aceh ini terus melakukan pembenahan baik dari segi infrastuktur maupun akademik. Sehubung dengan berubahnya status kampus ini, UIN Ar-Raniry,  banyak dibukanya fakultas baru dan prodi baru, tak terkecuali Fakultas Syariah dan Hukumpun membua dua prodi baru yaitu Hukum Tata Negara dan Ilmu Hukum.

Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah) awalnya tergabung dalam SJS dan kini telah mengalami perpecahan menjadi dua prodi yaitu Hukum Pidana Islam dan Hukum Tata Negara. Prodi yang di kepalai oleh Bapak Mutiara Fahmi Lc., MA, memiliki visi“Mewujudkan Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) yang berkualitas yang beorientasi keislaman dan keindonesiaan di Tahun 2024”

Lebih lanjut  Mutiara Fahmimengatakan bahwa dari sisi keislaman, Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry Memiliki ciri khas Siyasah yang lebih kental tidak hanya Hukum Tata Negara murni, dari sisi hukum positif yang berlaku di berbagai Universitas lain dikarnakan adanya kajian politik dan hukum islam  yang kental. Sedangkan dari sisi keindonesiaan visi ini ingin kita wujudkan bagaimana bentuk Ketatanegaraan ini dipahami dengan baik dan dalam waktu yang sama juga dapat dipahami ketatanegaraan islam, oleh karnanya keislaman dan keindonesiaan itu dipadukan, ungkap Mutiara Fahmi yang mampu mewujudkan Prodi ini meraih akreditasi B di Tahun 2016, meskipun belum ada alumni atau mahasiswa yang telah meraih pridiket sarjana di Prodi Hukum Tata Negara.

Terlebih Posisi UIN Ar-Raniry yang berada di Aceh sebagai suatu wilayah yang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Syari’at islam, di Nusantara dalam konstelasi hukum nasional,  keberadaan Prodi Hukum Tata Negara UIN AR-Raniry memiliki peran strategis kedeman dalam memformulasikan politik hukum di Aceh.

Terbilang Umur yang masih sangat muda yaitu baru tiga tahun sejak didirikan Prodi Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry telah menggapai prestasi yang luar biasa.Prodi  Hukum Tata Negara terakreditasi B oleh BAN-PT. Akreditasi menjadi penting sebagai starting point dalam memperteguh posisi dan nilai tawar prodi ini dalam kancah transpormasi menuju kampus yang menjadi kebanggaan rakyat Aceh kedepan. Terlebih Aceh saat ini berjulukan Serambi Mekkah. Tentunya kajian akademik politik hukum, legal drafter dan formulasi kenegaraan menjadi bagian yang menarik dan strategis untuk dikembangkan.

Pencapaian ini diperoleh dengan kerja keras civitas akademik, mahasiswa serta stakeholders yang memiliki andil dalam tata kelola manajemen kampus. Sejak pertama di buka nya prodi HTN, proses pengajuan borang Akreditasi sudah dilakukan sekitar setahun yang lalu dari tahun 2015 Prodi HTN sudah mulai membuat workshop untuk bagaimana membuat suatu borang yang baik yang di ajarkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Ar-Raniry,kemudian setelah pengisian Borang Prodi HTN mengundang asesor-asesor internal UIN Ar-Raniry untuk melihat kualitas borang tersebut sampai bahkan di uji dua kali oleh asesor internal UIN Ar-Raniry  DR. Ismail Muhammad  dan Prof. DR. Iskandar Usman, MA.

Berdasarkan hasil evaluasi internal yang mendapat binaan dari dua asesor internal UIN Ar-Raniry, akhir juli 2016 Prodi HTN mengantarkan borang kepada BAN-PT dan sangat di kagetkan sepuluh hari setelah pengajuan borang Prodi HTN diberitahu akan di Visit.” Namun karna Persiapan menuju akreditasi sudah disiapkan dari awal,kita tidak begitu kelabakan”. Ucap kepala Prodi.

Proses pengakreditasian Prodi HTN sudah dilakukan dengan maksimal kecuali pada beberapa pertanyaan yang memang tidak bisa di jawab menyangkut keberadaan Alumni, karena memang prodi ini belum memiliki alumni. Termasuk pertanyaan turunannya   Dimana Alumni bekerja? Berapa tahun menunggu alumni bekerja ? Apakah pekerjaannya linear dengan ilmunya ? Apakah ia diberi gaji yang layak ? Apakah alumni sudah mempunyai ikatan alumni ?

            Dari  beberapa pertanyaan tersebut Prodi HTN kehilangan kurang lebih sepuluh poin dari 100 poin yang ada. Namun prodi terus memaksimalkan 90  pertanyaan yang tersisa. Seperti Sarana dan Prasarana UIN Ar-Raniry yang sudah berkelas A, kemudian dari kualitas dosen mendapatkan nilai yang baik karna prodi HTN memiliki dosen-dosen yang sudah bergelar Profesor, serta dosen-dosen yang penelitian juga tulisannya mendunia yang mendapat bantuan penelitian dari PBB, belum lagi tulisan-tulisan dosen di jurnal-jurnal nasional maupun internasional. Tidak hanya itu keberadaan mahasiswa juga sangat membantu mendongkrak nilai tidak hanya dari segi Ilmiah namun juga kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos di pengungsian rohingya sebaagai  perwujudan dari Tri darma pendidikan, kepedulian-kepedulian sosial dari mahasiswa ini mendapat nilai apresiasi dari tim asesor yang datang.

Setelah Menyandang Akreditas B prodi HTN kini mulai merancang program-program untuk meningkatkan kualitas Prodi, diantaranya Peningkatan Kualitas Dosen dengan mengupgrade pangkatan dosen,tulisan dan penelitian dosen, selain itu setelah Prodi HTN memiliki dua angkatan Alumni akan dilakukan Treasure Study untuk menguji terkait keberadaan alumni bermanfaat atau tidak, dan hasil itu akan dijadikan dasar untuk pengisian borang selanjutnya menuju pengajuan akreditasi A.

“Kualitas mutu dosen, kualitas mutu mahasiswa dan alumni. Itulah strategi yang akan kita arahkan untuk menuju Akreditas A “ Ujar Kepala Prodi HTN.  Terkait Prestasi yang dicapai Prodi HTN Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Bapak Dr. Agustin Hanafi Lc, MA turut memberikan komentar ”Syukur Alhamdulillah, ini semua hasil kerja keras semua pihak baik dari pihak dekan,prodi,juga Himpunan mahasiswa Hukum tata Negara. Meskipun Prodi HTN belum memiliki Alumni,tidak ada KPM, tidak ada skripsi, tidak ada konferensive dan sebagainya, namun Alhamdulillah kita dapat memaksimalkan dari segi yang lain yang ”

Harapan besar pihak Prodi kepada Mahasiswa dengan tercapainya akreditasi B diharapkan menjadi modal semangat juga dapat memotivasi  mahasiswa untuk lebih giat belajar, selesai tepat waktu, dengan terakreditasi B diharapkan alumni nantinya dapat berdiri tegak menghadapi tantangan-tantangan. Modal Akreditasi , sejatinya menjadi stimulus bagi mahasiswa guna meningkatkan kompetensinya dan terus menggali keilmuannya., calon alumni untuk tidak terlalu risau tentang pekerjaan, kerena lulusan hukum mendapatkan lapangan kerja yang sangat luas.

Khusus untuk HTN seperti yang kita ketahui posisi Aceh yang menjalankan syari’at islam maka lulusan HTN akan dicari dalam hal legal drafting, membuat dan merancang undang-undang, karna aceh kedepannnya sangat membutuhkan berbagai produk hukum baik yang bersifat  beschiking maupun rechgeling. Tenaga Perancang Qanun sangat dibutuhkan kedepan. Bahkan dibeberapa Lembaga Teknis seperti Wilayatul Hisbah, Dinas Syari’at Islam, Mahkamah Syari’ah sangat membutuhkan Alumni HTN.

Krue semangat, Kalau tanpa allumni saja prodi HTN bisa raih akreditasi B, maka sangat mungkin pasca alumni perdana, prodi ini meraih akreditasi A, ungkap Saifullah, Ketua HIMATARA pada kegiatan Silaturrahmi Aneuk Tata Negara, UIN Ar-Raniry. Mari kita jadikan HTN menjadi kampus yang melahirkan alumni profesional.

*Penulis adalah Kader Remaja Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Mahasiswi Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry

 


0 Komentar
Tuliskan Komentar Anda
Inputan yang bertanda * harus diisi.