Aceh Research Institute

Gerakan Sadar Zakat

Gerakan Sadar Zakat

Oleh : Indah Putri Sanura*

Eksistensi Baitul Mal diatur dalam Qanun Aceh Nomor10 Tahun 2007tentang Baitalmal, menyatakan bahwa Baitul Mal adalah Lembaga Daerah Non struktural yang diberi kewenangan untuk mengelola zakat,infaq,sedekah,wakaf dan harta agama untuk kemaslahatan umat serta menjadi wali/wali pengawas terhadap anak yatim piatu dan/atau hartanya serta pengelolaan terhadap harta warisan yang tidak ada wali berdasarkan syariat Islam.

Kebaradaan lembaga Baitalmal dinilai sangat strategis dalam mengumpul dan mengelola zakat di Aceh. Berdasarkan ekspos yang disampaikan oleh pejabat Baitalmal Aceh pada semina Zakat; “peran Jurnalistik dan Sosial Media dalam mempromosikan ZIS di Aceh, Sabtu 12 Nopember 2016, Potensi zakat di Aceh mencapai 218 milyar per tahun.Angka yang besar ini sejatinya mampu dikelola dengan baik demi mengatasi problem kemiskinan di Aceh.

Namun Baitalmal Aceh baru mengelola zakat mencapai 15% dari potensi yang ada yaitu 1,4 Milyar. Sama hal nya Bappenas (Badan perencanaan pembangunan nasional) mengoreksi zakat di Indonesia berpotensi 286 Triliun per tahun,namun baru dapat terkumpul 4 triliun saja.

Dari data diatas miris terdengar, seolah-olah Baitalmal Aceh belum bekerjas secara maksimal dan propesional dalam mendorong masyarakat Aceh untuk gemar berzakat pada Baitalmal. Untuk itu perlu dilakukan penelitian sehingga menemukan faktor utama atas persoalan tingkat kesadaran masyarat Aceh guna membayar Zakat pada Baitalmal. Sejatinya dengan mayoritas penduduk Aceh beragama islam berkolerasi dengan tingkat amalan agama terutama tentang kesdaran warganya membayar zakat.

Padahal berbagai langkah promosi, sosialisasi terus dilakukan oleh Baitalmal Aceh  baik melalui baliho, banner, spanduk, serta brosur. Namum faktanya tingkat kesadaran masyarakat terutama pengusaha untuk membayar zakat, selain zaat fitrah masih relatif rendah.

Tulisan ini tidak bermaksud menuding baitalmal Aceh dianggap gagal dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Untuk itulah media massa, khususnya jurnalis dituntut untuk senantiasa menulis tentang zakat. Bahkan berdasarkan amanat media cendrung menulis tentang politik. Gerakan sadar zakat harus menjadi icon Aceh dalam memberantas kemiskinan.

Menilik sejarah Kekuatan Turki Usmani, Dengan wilayahnya yang luas membentang dari Afrika Utara, Jazirah Arab, Bahkan hingga Asia Tengah, Turki Utsmani menyimpan keberagaman bangsa, budaya dan agama. Turki Utsmani mampu berkuasa selama kurang lebih 7 abad berturut-turut. Kekuasaan Ustmaniah merupakan periode terpanjang dalam sejarah Islam Tentunya hal ini membawa kesan tersendiri bahwa kerajaan Turki Utsmani mampu membawa masyarakat Islam dalam kejayaan. Zakat, wakaf, Infaq dan sedekah adalah kekuatan luar biasa dalam membangun umat. Disebutkan, sebelum jatuhnya Usmaniyah, seperempat tanah di Turki merupakan tanah wakaf Namun ironisnya Turki Usmani  jatuh karena saat itu wakaf sudah mulai berkurang, bahkan ditolak oleh sebagian umat, padahal sebelumnya wakaf menjadi kekuatan utama ekonomi Turki Usmani

Harta sungguh melenakan kehidupan manusia di dunia. Harta kerap kali menjadi tolak ukur dari segala-galanya, kesopanan secara sepontan bisa muncul karena uang, sebaliknya kejujuran bisa pudar juga karena uang, para penerima amanah juga lupa dengan sumpahnya di bawah naungan Al-Qur’an juga karena uang. Sesungguhnya ada kewajiban yang mesti dikeluarkan dari harta yang kita miliki, yaitu zakat. Zakat tidak hanya dengan 2,5 kg beras atau uang. Tetapi ada zakat lain, yiatu zakat mal (zakat harta), zakat profesi, zakat perusahaan, zakat perniagaan dan lain sebagainya. Allah Menjelaskan bahwa Zakat dapat membersihkan diri dan harta yang kita miliki.

Allah swt.  berfirman :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَوَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan do’akanlah mereka karena sesungguhnya do’amu dapat memberi ketenangan bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.At Taubah103).

Selain itu zakat memberikan keuntungan di hari akhirat kelak sebagaimana hadis Rasulullah “apabila meninggal seorang manusia, maka terputuslah segala amal baiknya, kecuali tiga, yaitu anak yang saleh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah”

Oleh karna itu,kini sudah saat nya semua elemen masyarakat ibu-ibu, bapak-bapak serta para pemuda ikut berpartisipasi dalam mempromosikan ZIS (zakat, infaq dan sedekah) khusus nya di Aceh,bagi yang sudah wajib berzakat,segera tunaikan. Bagi yang belum berkewajiban sudi kiranya kita membantu mempromosikan wajib zakat. Karna tidak menutup kemungkinan kita adalah kantraktor peradaban, sebagaimana sejarah pernah mencatat kejayaan Imperium Ustmani karna adanya distribusi harta orang kaya dengan baik. sekiranya lewat dakwah yang kita sampaikan mengingatkan dan menyadarkan Muzakki untuk memberikan sebagian harta nya untuk di zakati dengan otomatis ikut membantu Baitul Mal atau khususnya BMG ( Baitul mal Gampong) dalam pengumpulan zakat.

Jika semua Muzakki Menunaikan kewajiban, sedekah, infaq, dan wakaf  sudah membudaya, riba akan hilang. Pendapat dan kesejahteraan akan datang,  dan keberkahan akan senantiasa Allah turunkan. Sehingga tiba saatnya potensi zakat di Aceh dapat dikelola dengan baik dan ZIS akan menjadi sumber pembiayaan bagi pembangunan Aceh sekaligus dapat menekan angka kemiskina Aceh. Ayo kita galakkan gerakan sadar zakat.

 

*Penulis adalah Kader Remaja Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Mahasiswi Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry


0 Komentar
Tuliskan Komentar Anda
Inputan yang bertanda * harus diisi.